Anda sedang berada di: Beranda » Tips Haji » Tips Jika Tersesat Di Masjidil Haram atau Nabawi
Senin, 08 Maret 2010 - 07:27:40 WIB
Tips Jika Tersesat Di Masjidil Haram atau Nabawi
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Tips Haji - Dibaca: 9764 kali

Sebagian besar jamaah haji Indonesia berusia lanjut, lebih dari 60% jamaah haji kita berusia diatas 60 tahun. Disamping itu tingkat pendidikannya pun bervariasi hal ini berakibat tingkat pemahamannya pun beragam pula. Bahkan sebagian besar mereka tinggal di pedesaan dimana akses untuk mendapatkan informasi tentang perhajian juga terbatas. Karena itu heteregenitas jamaah haji kita ini menyebabkan persoalan haji di Indonesia sangatlah kompleks.

Bukan hanya itu jamaah haji Idonesia adalah terbesar seluruh dunia. Tak kurang dari  220.000 jamaah Indonesia tiap tahunnya diberangkatkan menuju Tanah Suci. Nah.., tidaklah mudah lho.., mengatur sekian banyak orang apalagi sebagian besar usia lanjut. Layaklah kiranya kita acungkan jempol bagi Pemerintah kita, khususnya Departemen Agama sebagai Penyelenggara Haji yang telah bekerja keras dalam melayani jamaah haji kita meskipun masih ada kekurangannya yang perlu disempurnakan terus. 

Persolaan yang sering terjadi selama menjalankan ibadah haji adalah banyaknya jamaah haji kita yang mengalami disorientasi terhadap lokasi atau medan ibadah baik di Masjidil Haram atau Nabawi maupun di Mina. Hal ini bisa kita maklumi karena mereka baru pertama kalinya menunaikan ibadah haji jadi situasinya masih asing, ditambah lagi ribuan manusia yang berkumpul dalam satu tempat untuk melakukan kegiatan ibadah yang sama. Bisa kebanyang betapa ribetnya masalah ini? Penulis sudah menunaikan haji 8 kali dan persoalan-persoalan ini selalu terjadi setiap kali berangkat, tetapi inilah nikmatnya melayani jamaah haji.Ada beberapa tips agar Anda tidak tersesat di Masjidil Haram antara lain:

1. Ketika pertama kali masuk Masjidil Haram, Ingatlah nomor pintu masuk bila perlu catat di buku notes jika pelupa. Jadikan pintu tersebut sebagai tempat janjian ketemu dengan teman/ istri/ suami jika tersesat.

2. Bawalah selalu Sandal Anda setiap kali masuk Masjidil Haram (Masukkan Sandal dalam Tas Plastik yang bersih dan tidak najis). Letakkan Sandal Anda dekat dengan Anda Shalat atau bisa diletakkan di samping Anda. Hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak perlu jalan kaki terlalu jauh (capek!) hanya untuk mengambil sandal yang diletakkan di luar Masjidil Haram, sebab Masjidil Haram sangat luas. Hal ini juga menjaga agar sandal tidak hilang karena lupa meletakkannya atau dibersihkan petugas cleaning servis Masjidil Haram. Bisa jadi Anda pulang lewat pintu lain tidak lewat pintu yang sama saat masuk Masjid.

3. Anda Harus punya tempat janjian ketemu di dalam Masjidil Haram jika anda terpisah dengan rombongan saat Thawaf  atau tersesat di dalam masjid. Tempat Janjian Ketemu yang paling mudah dikenali di dalam Masjid adalah Lampu Hijau mulai thawaf. Jadi punya dua tempat janjian ketemu bisa di dalam masjid (di Lampu Hijau mulai Thawaf) atau di luar Masjid (Nomor Pintu masuk).

4. Jika ke Masjidil Haram sebaiknya Anda pergi beregu atau berombongan. Jangan pergi sendirian terutama bagi jamaah haji usia lanjut atau ibu-ibu. Hal ini bisa memperkecil kejadian tersesat. Jika tersesat saling mengingatkan diantara yang lain.

5. Jika Anda tersesat, segera kembali ke Masjidil Haram, cari tempat janjian ketemu, bertanya ke jamaah haji Indonesia lainnya untuk menemukan pintu masuk janjian ketemu atau lampu hijau thawaf, bersikaplan tenang, jangan panik dan jangan berusaha mencari jalan pulang sendiri. Jika punya Handphone hubungi teman atau Ketua Rombongan (sebaiknya Anda saling mencacat nomor Handphone teman/ Ketua Rombongan). Insya Allah mereka akan mencari Anda di tempat janjian ketemu.

6. Untuk Di Masjid Nabawi. Tempat janjian ketemu adalah Nomor Pintu Pagar Masuk ke Masjid Nabawi. Jangan pakai nomor pintu masjid karena pintu masuk jamaah haji perempuan dipisah dengan laki-laki.

7. Untuk Jamaah haji yang berangkat suami istri. Sebaikya suami istri punya tempat janjian ketemu jika satu sama lain terpisah atau tersesat. Tempat ketemu bisa dipakai seperti tips di atas.

8. Khusus Di Mina. Sebaiknya jamaah haji tidak jalan-jalan terlalu jauh di perkemahan Mina sebab banyak kasus orang tersesat di Mina, area perkemahannya sangat luas dan ruwet jalan-jalannya. Jika Melontar Jamrah selalu berombongan. Jangan sendirian! bisa tersesat karena Anda baru pertama kali menunaikan ibadah haji. Mintalah Mutawif untuk mengantar Anda melontar Jamrah ke pengurus Maktab (selalu disediakan Mutawif). Jika Anda tersesat atau terlepas dari Rombongan saat melontar jamrah, Segera hubungi/ telpon Ketua Rombongan Anda atau teman Anda. Anda juga bisa download Peta Kemah Mina di Menu Download sebagai bekal Anda di Mina jika tersesat.

Nah itulah tips-tips atau petunjuk supaya Anda tidak tersesat di arena ibadah haji. Ikuti tips-tips tersebut di atas. InsyaAllah Anda tidak tersesat, perbanyak istighfar, dan selalu minta perlindungan Allah SWT, karena Allah SWT adalah sebaik-baiknya tempat berlindung. Mudah kan..?




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

2 Komentar via Website :

aron situmorang
07 Agustus 2011 - 17:53:10 WIB

terima kasih atas sajian tips dalam melaksanakan haji

arief
16 Juni 2011 - 09:20:23 WIB

syukron, semoga bisa lekas kesan