Anda sedang berada di: Beranda » Tips Haji » Tips Belanja dan Menelpon Selama Di Tanah Suci
Jumat, 25 Februari 2011 - 14:23:56 WIB
Tips Belanja dan Menelpon Selama Di Tanah Suci
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Tips Haji - Dibaca: 15956 kali

Jamaah Haji yang melaksanakan ibadah haji akan tinggal di Tanah Suci selama kurang lebih 38 hari, sekitar 30 hari tinggal di Makkah dan 8 hari di Madinah Al Munawwarah. Sedangkan prosesi haji sendiri hanya memakan waktu 5-6 hari jika dihitung mulai berangkat ke Arofah Tanggal 8 Dzulhijjah sampai selesai melontar jumrah pada Tanggal 13 Dzulhijjah. Kenapa begitu lamanya tinggal di Makkah, hal ini berkaitan dengan antrian pemulangan jamaah haji ke Tanah Air. Bisa dibayangkan satu Embarkasi aja semisal Embarkasi Surabaya memberangkatkan hampir 90 Kloter lebih. Sedangkan pihak penerbangan hanya mampu melayani penerbangan khusus untuk jamaah haji antara 4-5 Kloter per hari. Nah bisa dihitung, berapa hari yang diperlukan untuk 90 kloter saja?.

Sekian lamanya tinggal di Makkah, tentu akan merasa jenuh juga. Semua ibadah wajib sudah dilaksanakan ditambah dengan ibadah sunnah, hampir tiap hari ke Masjidil Haram, lama kelamaan jenuh juga kan? Nah untuk mengsir kejenuhan tersebut rata-rata jamaah haji akan melakukan ziarah-ziarah ke tempat-tempat bersejarah antara lain ke Jabal Rahmah, Jabal sur, Jabal Nur (bahkan ada yang naik ke Gua Hira juga), Tempat penyembelihan hewan atau Tour ke Jeddah dan lain sebagainya.

Tak kalah serunya dengan memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, kebanyakan jamaah haji akan menyempatkan berbelanja, berburu barang-barang yang unik di sela-sela ibadah mereka. Khusus untuk kegiatan yang satu ini yaitu berbelanja sudah bukan menjadi rahasia lagi bagi jamaah haji kita. Bisa dibilang hampir 90% jamaah haji akan berburu oleh-oleh selama di Tanah Suci. Gak percaya? silahkan berangkat haji aja? Nanti Anda akan mengalaminya sendiri? Laughing

Yang menjadi pertanyaan, apakah hal ini dibenarkan dalam agama? wah ini pertayaan yang gampang-ganpang susah menjawabnya.., begini aja agama tidak melarang seseorang untuk berbelanja asalkan tidak berlebih-lebihan dan tentunya uangnya halal dan punyanya sendiri bukan milik tetangga.. hehehe..Smile

Kami sengaja memang tidak membahas dasar hukum masalah belanja ini ditinjau dari syariat agama, soalnya kami belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk masalah tersebut. Yang ingin kami paparkan kali ini adalah sesuai dengan tema atau judul bahasannya yaitu Tips Berbelanja dan Menelpon selama di Tanah Suci.

Wah jadi semangat nih kalau ngomongin masalah belanja..? Siapa sih yang gak suka belanja? apalagi ibu-ibu gitu loh? Nah untuk masalah yang satu ini kami memiliki beberapa tips yang mungkin bermanfaat ketika belanja selama di Tanah Suci antara lain:

Berbelanjalah sesuai dengan keperluan atau kebutuhan dan tidak berlebihan. Jangan berbelanja karena hanya ingin memperturutkan hawa nafsu belaka yang menyebabkan Anda belanja secara berlebihan dengan membeli barang-barang yang tidak bermanfaat karena hal ini bertentangan dengan agama. Disamping itu kapasitas Koper Haji sangat terbatas beratnya, hanya diperbolehkan 32,5 kg saja.

Anda harus berani menawar ke penjual ketika berbelanja. Perlu diketahui banyak penjual di Makkah yang memanfaatkan aji mumpung terhadap jamaah haji Indonesia. Mereka tahu bahwa jamaah haji Indonesia "gampangan" alias mudah membeli barang tanpa berusaha menawar dahulu. Mungkin ini berkaitan dengan ketakutan atau kebingan dari jamaah haji Indonesia karena kesulitan ngomongnya untuk menawar? soalnya pake bahasa Arab? betul tidak? Padahal jika kita berkomunikasi dengan penjual-penjual di Makkah dengan bahasa isyarat pun mereka sudah mengerti. Banyak para penjual itu yang sudah mengerti Bahasa Indonesia. Jadi Jamaah Haji tidak perlu takut untuk ngomong atau menawar harga barang. Pake bahasa Tarzan pun bisa Laughing. Mau Tahu Caranya? Panggil aja Tarzan Masuk Kota? hehehe... maaf banyak candanya nih. Sebelum saya jelaskan bahasa Tarzan tersebut, ada satu hal yang perlu Anda ketahui juga, bahwa Insya Allah mereka jujur dalam soal barang artinya jika kita tanya barang itu asli atau palsu mereka akan menjelaskannya dengan jujur, tidak membohongi kita. Tetapi dalam hal berdagang, mereka, kebanyakan nih.. sesuai pengalaman saya, akan mengambil untung yang lumayan besar bisa mencapai 200% ?? Nah.., Loh?? Nah, kalau kita ndak berani menawar ya.., kacian deh loe?? hehehe.. Ini pengalaman Penulis sendiri, Saya pernah membeli sebuah arloji, mereka menjual dengan harga 450 Real? Kenanya berapa? Mau Tahu? 120 Real?? Jauhkan kan nilainya?? Makanya harus berani menawar?

Kembali ke bahasa Tarzan, maksudnya adalah bahasa isyarat. Kebanyakan para penjual di pasar-pasar sekitar Masjidil Haram cukup mengerti dengan Bahasa Indonesia terutama untuk komunikasi dalam perdagangan. Mereka cukup mengerti hitungan dari 1-100 dalam Bahasa Indonesia. Pertanyaan "berapa harganya?", "ada diskon?", mahal, murah dan sebagainya cukup dimengerti oleh penjual-penjual itu. Nah jika mereka tidak paham, mereka juga menggunakan bahasa isyarat. Misalnya dalam hal penawaran, jika penjualnya gak tahu harga 75 Real, penjual itu mengeluarkan kalkulator kemudian mencet angka 75 sebagai harga barang tersebut dan ditunjukkan ke kita. Seandainya kita ingin membeli barang tersebut, kita pinjam kalkulator tersebut dan kita pencet harga yang kita mau/tawar misalnya 45 dan kita tunjukkan kalkulator itu ke penjualnya kembali. Jika penjual tidak setuju mereka akan menggelengkan kepala terkadang mereka ngomong 'La' maksudnya 'tidak boleh'. Terkadang mereka juga menurunkan harga tersebut dan mencet lagi harganya misalnya 60 sambil ngomong 'Kalam Akhir' atau 'Kalam Wahid' maksudnya harga tersebut harga pas, tidak bisa ditawar lagi. Jika seperti ini, terserah Anda, mau membeli barang tersebut atau ngacirrr...?!

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui, jika Anda ingin membeli sesuatu, Anda harus berani menawar harganya dibawah 50% dari harga yang ditawarkan. Khusus dalam hal ini biasanya untuk barang-barang yang harganya ratusan Real. Misalkan harga barangnya 200 Real, Anda harus berani menawar dibawah 100 Real dulu misal 90 Real, sambil bertahap Anda naikkan harga tersebut sampai ketemu harga yang disepakati antara penjual dan pembeli (Anda). Namun untuk barang-barang yang harganya berkisar puluhan Real kebanyakan mereka mengambil untung yang kecil, terkadang mereka ngomong, 'mafi faedah' maksudnya 'untung sedikit', sambil menunjukkan jari tangan 1 atau 2 maksudnya hanya untung 1 atau 2 Real saja. Jika sudah demikian Anda tidak bisa menawar harga barang tersebut.

Itulah sedikit tips belanja selama kita menunaikan ibadah haji, mudah-mudahan bermanfaat bagi calon calon Tamu-Tamu Allah SWT 

Saran kami, demi keamanan uang anda sebaiknya Anda tidak membawa uang yang terlalu banyak ketika sedang belanja atau ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Karena banyak kejadian jamaah haji yang dipalak atau ditodong untuk diminta uangnya. Belanjalah dengan cara sedikit demi sedikit toh lama kelamaan kan banyak juga. Anda masih memiliki waktu kurang lebih 25 hari di Makkah, masih banyak waktu hanya untuk sekedar belanja. Jangan kuatir..,

Terakhir, Jika Anda belanja kurma di Madinah jangan beli kurma di Kebun Kurma karena harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan beli di Pasar Kurma, tempatnya di dekat Masjid Nabawi, sebelah selatan, sekitar 500m, harganya bisa terpaut 10 Real? Ketika di Madinah Anda akan diajak ziarah-ziarah di sekitar Madinah yang disediakan pihak Muasasah dan gratis, Anda pasti akan diantar ke Kebun Kurma ini. Saran kami jangan beli kurma di tempat  ini, silahkan cicipi aja semua kurma-kurmanya gratis koq, tetapi kalau mau beli kurma belilah di Pasar Kurma saja. Mintalah Pembimbing Anda untuk mengantar Anda ke Pasar Kurma tersebut, tentunya.

Salah Seorang teman kami yang tinggal di Madinah dan bekerja di Maktab pernah menceritakan kepada saya tentang masalah ini, memang ada kerja sama antar pemilik Kebun Kurma dengan Maktab dan tentunya pihak Maktab dapat fee juga, bukan hanya itu sopir pun akan dicatat apakah mereka mampir ke Kebun Kurma atau tidak. Jika mangkir mereka akan dimarahi Pengurus Maktab bahkan akan dikurangi gaji mereka? Wallahu 'Alam.

CARA MENELPON DI ARAB SAUDI

Lihatlah foto disamping, Bapak dan anak sama-sama sibuk SMS-an. Pemandangan seperti itulah yang sering kita jumpai di Masjidil Haram selepas sholat lima waktu. Tampaknya saat ini kebutuhan akan mendapatkan informasi sangatlah penting. Begitu juga dengan jamaah haji selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Pastilah selama berhari-hari berada di Tanah Suci membuat kita rindu akan sanak keluarga di rumah, begitu juga dengan keluarga di rumah (Indonesia) pasti ingin tahu kabar berita keluarganya di Tanah Suci. Betul tidak?

Beberapa waktu lalu , sepuluh tahun lalu dimana keberadaan handphone belumlah menjamur seperti sekarang ini, Jamaah haji sangat kesulitan dalam berkomunikasi dengan keluarganya di Tanah Air, begitu juga dengan pihak keluarga yang berada di rumah. Apalagi jika jamaah haji sedang melaksanakan prosesi ibadah haji yaitu: wukuf di Arofah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, otomatis mereka akan terputus komunikasinya dengan keluarga di rumah. Gimana ndak terputus? di Arofah, Mina tidak ada Wartel? terpaksa selama sekitar 5 hari mereka tidak dapat berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia.

Sekarang ini, hampir setiap orang sudah memiliki alat komunikasi yang portable seperti handphone yang bisa dibawa kemana-mana. Mohon maaf, Tukang becak pun ada yang memiliki HP untuk menservise penumpangnya. Mereka bisa order becak hanya dengan menelpon Tukang Becak tersebut. Canggih kan? Perkembangan dan pertumbuhan alat komunikasi seperti handhone bak jamur di musim hujan! tumbuh dengan pesat. Hampir setiap hari ada produk-produk HP terbaru dan makin canggih-canggih. Harganya pun relativ terjangkau alias murah!

Nah, ternyata banyak jamaah haji yang memiliki/ membawa handphone ke Tanah Suci, tetapi kebanyakan dari mereka kesulitan mengoperasikan atau menelpon keluarganya di rumah. Dari pengalaman kami selama ini, masalah yang timbul sangat beragam, dari yang mulai sama sekali tidak tahu caranya mengoperasikan HP tersebut sampai, bisa mengoperasikan HP tapi tetap belum bisa menghubungi keluarganya di rumah. Untuk kasus yang pertama yaitu tidak dapat mengoperasikan HP, kebanyakan mereka jamaah haji yang sudah tua dan gaptek teknologi. Mereka membawa HP karena diberi oleh anaknya tapi tidak diajari mengoperasikan HPnya. Saran kami untuk masalah yang satu ini, bawalah HP yang mudah pengoperasiannya. Penulis tahun lalu punya jamaah haji yang memiliki Blackbery, tapi anehnya ia tidak bisa mengoperasikannya? Ia hanya bisa menerima telpon dan menelpon orang lain saja, sms ndak bisa, apalagi mau browsing internet sama sekali buta? Katanya sih, yang pentingkan bisa mejeng pake Blackbery?? ada-ada aja nih orang? hehehe...

Ada juga jamaah haji yang bisa menggunakan HP tetapi tidak bisa menghubungi keluarganya di rumah? ada apa gerangan ya? Ternyata mereka belum merubah atau mensetting nomor HP yang dihubungi di rumah (Nomor HP tujuan yang mau dihubungi). Dalam hal komunikasi ini, setiap negara akan memiliki kode negara sendiri-sendiri. Di Indonesia aja setiap daerah memiliki kode wilayah yang berbeda jika mau menghubungi atau menelpon nomor telepone ke daerah tersebut, ya kan? Untuk diketahui, kode Indonesia adalah +62 atau 0062 sedangkan untuk Arab Saudi +966 atau 00966. Jadi jika jamaah haji ingin menghubungi keluarga di Indonesia maka nomor HP nya harus ditambahi +62 misal nomor HP nya 08155517485 harus ditambahi +628155517480 atau 00628155517480. Mudah kan?

Satu hal yang perlu saya sampaikan berhati-hatilah jika Anda ke Tanah Suci dengan membawa nomor HP dari salah satu operator seluler di Indonesia. Saya pernah mempunyai jamaah haji yang tagihan telponnya membengkak hampir 8 juta? Jamaah haji tersebut memakai nomor HP nya (dari salah satu operator seluler di Indonesia) untuk berkomunikasi di Tanah Suci selama ibadah haji? Pulang haji jadi pusing deh, sebab punya tagihan sebesar itu? Sekedar diketahui aja Internasional Roaming untuk nomor HP di Indonesia per menit nya hampir Rp. 30.000. Jadi jika kita menerima telpon dari Indonesia, bukan menelpon nih, biayanya sekitar Rp. 30.000! Penulis punya pengalaman sendiri, tahun lalu nomor HP yang dari operator seluler Indonesia, tagihannya sampai Rp. 1,5 juta. Padahal hanya beberapa kali browsing internet dan dua kali salah pencet telpon saja. Jadi waktu itu ada telpon masuk dari Indonesia, mau nya saya matikan, tetapi salah pencet tombol terima telpon, lalu cepat-cepat saya matikan, eh gitu aja sudah kena International Roaming Rp. 30.000. Dan hal itu sempat terjadi dua kali lagi?! kasihan deh..

Ada Solusi yang biasa saya berikan ke jamaah haji KBIH Arofah Malang, Jika Anda berkomunikasi selama di Tanah Suci pergunakan saja Kartu Telpon atau SIM CARD dari salah satu operator seluler di Arab Saudi antara lain Al Jawwal (SAWA), Zein atau Mobile. Di Makkah atau di Madinah banyak orang-orang bahkan anak-anak yang menjual kartu Perdana. Jadi kartu (SIM CARD) Indonesianya tetap dibawa mungkin hanya dipakai sampai di Embarkasi aja. Sesampai di Tanah Suci beli Kartu Arab Saudi (SIM CARD) di Makkah atau Madinah. Dari pengalaman saya, biaya komunikasinya pun relatif lebih murah dibandingkan jika kita memakai kartu telepon Indonisia. Saya sering telpon ke Indonesia sekitar 5 menit hanya kena sekitar 12-13 Real. Dan enaknya pakai nomor Arab Saudi ketika kita selesai telepon atau sms ada 'sumary call' atau pemberitahuan jumlah pulsa terakhir dan habis berapa kita telpon atau sms tersebut. Untuk sekali sms ke nomor di Indonesia biayanya relatif murah sekitar 0,6 halalah atau jika dirupiahkan sekitar Rp. 1300 per sms, sedangkan kalau pakai nomor Indonesia sekali sms ke nomor Indonesia sekitar Rp. 3000. Satu lagi kelebihan memakai kartu Arab Saudi, jika kita berkomunikasi dengan sesama jamaah haji yang sama-sama pakai nomor Arab Saudi harganya jauh lebih murah, pernah saya telepon ke jamaah haji sekitar 5 menit biayanya hanya sekitar 1 Real, murah kan? Apalagi tahun lalu ada discount sekitar 50%, Saya punya nomor Arab Saudi yang selalu saya pakai ketika berangkat haji dengan adanya discount tersebut sangat menguntungkan, telpon ke Indonesia sekitar 5 menit hanya kena 2-3 Real saja? Waw, fantastis ya? 

 




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

14 Komentar via Website :

Eddy Bustamar
13 Januari 2013 - 13:23:24 WIB

Kalau kita tawaf atau kemesjid haram didompet kita pastikan tidak ada kartu seperti SIM, ATM, Kridit kard, karena ramainya orang dimesjid kartu diatas mudah sekali hilang dan tercecer pada hal selama disana boleh dikata tidak pernah digunakan, cukup identitas yang diberikan pengurus haji saja yang kita bawa seperti tas pinggang, gelang yang tidak boleh tinggal dan uang secukupnya (08126702071)

Husada
17 Agustus 2012 - 19:50:33 WIB

@Ari: Kalau utk paket koneksi internet, Anda bisa langsung ke geray AlJawal aja, ada byk macem paket utk koneksi internet, sama spt operator di Indonesia


Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 1000 Karakter Tersisa.
 
 refresh kode
  (Masukkan 6 kode diatas)