Rabu, 17 Maret 2010 - 21:40:36 WIBTanda-Tanda Haji Mabrur Diposting oleh : Pembimbing Kategori: Hikmah Haji - Dibaca: 6360 kali
Setiap jamaah haji tentunya sangat mendambakan bahwa hajinya mendapatkan predikat haji yang mabrur. Untuk itu tidaklah mudah mendapatkanya. Bahkan tak jarang banyak jamaah haji yang setelah pulang keimanannya tidaklah bertambah melainkan tambah menjadi-jadi alias habis tobat kambuh lagi kemaksiatannya. Na'udzubillahi min dzalik. Apa sih yang dimaksud dengan haji mabrur? Apa pula maknanya? Kalau ada haji mabrur tentunya ada haji yang tidak mabrur dong, alias mardud?! Nah kali ini kita akan membahas masalah haji mabrur dan apa-apa yang menyebabkan seseorang memperoleh haji mabrur tersebut. Dalam membahas haji mabrur ini, ada dua hal/ istilah yang perlu kita pahami yaitu pertama tentang haji maqbul dan haji mabrur itu sendiri. Haji maqbul (diterima) adalah haji yang diterima oleh Allah SWT, artinya ibadah haji yang dilaksanakan tidak dicampuri dengan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah SWT, bebas dari riya’ karena ingin dipangil “Pak Haji”atau “Aba”, “Bu Haji” atau “Umi”, dan tidak di nodai dengan perbuatan rafats(berkata kotor, jorok), fusuq (melanggar perintah Allah atau agama) dan jidal (berbantah-bantahan). Pelaksanaan hajinya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dimana rukun dan wajib hajinya haruslah terpenuhi. Rasulullah SAW pernah bersabda "Khuddu ani manasikakum" yang artinya "Ikuti dariku manasik olehmu". Ternyata berat juga ya.. Salah seorang Ulama Hadis Al Hafidh Ibn Hajar al’ Asqalani dalam kitab Fathul Baarii, syarah Bukhori Muslim menjelaskan: “Haji mabrur adalah haji yang maqbul yakni haji yang diterima oleh Alah SWT. Pendapat lain yang saling menguatkan dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam syarah Muslim: “Haji mabrur itu ialah haji yang tidak dikotori oleh dosa, atau haji yang diterima Allah SWT, yang tidak ada riyanya, tidak ada sum’ah tidak rafats dan tidak fusuq.” Sedangkan haji yang ditolak (mardud) adalah ibadah haji yang pelaksanaanya dicampuri oleh perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah SWT. Disamping itu, dalam suatu hadist Rasulullah SAW menjelaskan penolakan Allah terhadap haji dengan biaya atau bekal yang haram:
Artinya: “Tidakada talbiyah bagimu dan tidak ada pula keberuntungan atasmu karena makananmu haram, pakaianmu haram dan hajimu ditolak”. (HR. Al-Tabrani). Singkatnya Haji yang maqbul adalah haji yang diterima dan mendapatkan pahala sesuai dengan yang dijanjikan dan menghapuskan kewajiban seseorang dari kewajiban hajinya. Sedangkan pengertian Haji mabrur lebih mencerminkan hasil dari pelaksanaan ibadah haji yang maqbul, dan lebih mencerminkan pasca pelaksanaan ibadah haji. Haji Mabrur memiliki pengertian haji yang mampu mengantarkan pelakunya kelak menjadi lebih baik sebelum ia berhaji. Perilakunya setelah pulang haji menjadi lebih baik, ibadahnya lebih menigkat, baik ibadah mahdhah (ibadah yang murni) seperti sholat, puasa, zakat mapun ibadah ghairu mahdhah (tidak murni) seperti dalam kehidupan sosialnya, sabar, jujur dan berakhlak mulia. Dengan demikian haji mabrur sudah pasti maqbul, tetapi tidak semua haji yang maqbul menjadi haji mabrur. Karena kemabruran haji seseorang akan terlihat dengan perilaku ibadah dan amaliahnya setelah pelaksanaan hajinya. Boleh dikata bahwa kemabruran ibadah haji lebih mencerminkan kualitas ketaqwaan seseorang setelah menjalankan ibadah haji. Artinya kemabruran haji adalah sebuah proses peningkatan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Mudah-mudahan segala amaliah kita selama melaksanakan ibadah haji menjadikan pemicu agar kita tetap istiqomah dalam meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kehadirat Allah SWT. Amin..
MAKNA IBADAH HAJI DAN PELESTRARIAN HAJI MABRUR
Sebenarnya masih banyak makna-makna amaliyah ibadah haji yang memberikan pelajaran kepada kita yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sekepulangan kita menunaikan ibadah haji. Point-point tersebut adalah sebagian kecil yang bisa penulis sampaikan. Akan lebih baik jika Anda yang telah menunaikan ibadah haji bisa mengambil makna-makna ibadah haji Anda sendiri, karena setiap jamaah haji memiliki pengalaman-pengalaman sendiri yang berbeda satu sama lain. Ambillah hikmahnya dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Syekh Hasan Muhammad Al Mussyath menjelaskan bahwa tanda-tanda kemabruran haji seseorang adalah apabila mampu membentuk kepribadiannya setelah melaksanakan ibadah haji berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya dan tidak lagi mengulang maksiatnya. |


| Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih.. |
Komentar via akun Facebook :
4 Komentar via Website :
30 Desember 2011 - 11:03:29 WIB
29 Desember 2011 - 17:38:44 WIB
Isi Komentar :









Rabu, 17 Maret 2010 - 21:40:36 WIB










Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online 