Anda sedang berada di: Beranda » Info Haji » Prosedur Dan Persyaratan Penerbitan Paspor untuk Jamaah Haji
Senin, 17 Mei 2010 - 18:03:12 WIB
Prosedur Dan Persyaratan Penerbitan Paspor untuk Jamaah Haji
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Info Haji - Dibaca: 7490 kali

Beberapa hari yang lalu Kantor Kementrian Agama Kota Malang bersama Kantor Imigrasi Malang menyelenggarakan sosialisasi Penerbitan Paspor Biasa bagi jamaah haji. Acara ini diikuti oleh seluruh KBIH di Kota Malang yang telah mendapatkan izin operasional dan jajaran KUA Kota Malang. Ada hal penting yang perlu kami sampaikan disini karena sejak tahun lalu jamaah haji sudah tidak menggunakan lagi paspor coklat� khusus untuk pergi haji tetapi sudah menggunakan paspor internasinal atau lebih dikenal dengan paspor hijau.

Sosialisasi ini perlu diketahui oleh seluruh jamaah haji karena menjadi syarat penting untuk bisa melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Jadi jika ingin berangkat haji bukan hanya melunasi BPIH/ ONH saja tetapi harus punya paspor juga. Namun demikian sosialisasi ini penting juga guna menghindari praktek percaloan dalam pengurusan paspor itu sendiri.

Permintaan penerbitan paspor bagi calon jamaah haji akan dilakukan secara kolektif oleh Kantor Kementrian Agama Kota/ Kabupaten domisili jamaah haji kepada Kepala Kantor Imigrasi Wilayah kerjanya meliputi domisili jamaah haji atau Kantor Imigrasi terdekat.

Permintaan paspor biasa bagi jamaah haji dimulai sejak 5 (lima) hari setelah ditetapkannya Peraturan Presiden tentang Biaya Penyelenggeraan Ibadah Haji.

Paspor biasa bagi jamaah haji ini diterbitkan dalam 48 halaman dan harus dicantumkan nama jamaah haji yang terdiri dari paling sedikit 3 (tiga) kata. Bagaimana dengan jamaah haji yang hanya punya satu kata nama atau dua kata nama donk?

Bagi jamaah haji yang namanya hanya terdiri dari satu kata atau dua kata (misal: Soenarti atau Ahmad Rifa'i) maka bisa menambahkan namanya dengan nama ayahnya atau nama kakek. Contoh Soenarti Soediro Husodo (Soediro Husodo nama ayahnya) atau Ahmad Rifa'i Muis ( Muis nama Ayahnya) Paham kan? Ndak perlu bingung apalagi stress! khusus untuk jamaah haji akan diberikan kemudahan koq? itu kata pejabat imigrasi yang menjelaskan masalah ini lho..?

Nah berikut ini beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh jamaah haji ketika pengurusan paspor :

  1. Foto Kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku sebanyak satu lembar
  2. Foto Kopi Kartu Keluarga sebanyak satu lembar
  3. Akte Lahir/ Surat Kenal Lahir atau Akte/ Surat Nikah atau Ijasah/ STTB atau Surat Keterangan Kepala Kantor Kementrian Agama setempat (bisa dipilih salah satu)
  4. Rekomendasi dari�Kepala Kantor Kementrian Agama setempat
Bagi Anda calon jamaah haji tidak perlu bingung deh.. kesemuanya akan dikoordinir oleh Kantor Kementrian Agama setempat. Siapkan aja persyaratan 1-3 di atas, jika belum punya segeralah mengurusnya mumpung masih jauh pengurusannya..
Berikut ini Prosedur Pengurusan Paspor:
  1. Meminta formulir permohonan paspor (dikoordinir oleh Depag)
  2. Mengisi formulir dengan data yang benar nama harus terisi dari 3 (tiga) kata, ditulis dengan huruf balok menggunakan tinta warna hitam.
  3. Menandatangani formulir
  4. Melampirkan persyaratan sesuai dengan yang telah ditentukan dan memasukkan dalam satu map.
  5. Persyaratan dan formulir yang sudah dimasukkan map tersebut diserahkan ke petugas loket (dikoordinir oleh Depag setempat)
  6. Petugas Imigrasi akan memberitahukan waktu untuk pengambilan foto, sidik jari, tanda tangan paspor serta wawancara (pemberitahuannya dilakukan oleh Depag ke Jamaah Haji atau KBIH).�

Catatan

  • Untuk biaya pengurusan paspor belum ada penjelasan dari pihak imigrasi menunggu keputusan Presiden tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji. (Untuk tahun lalu biayanya sudah termasuk dalam BPIH)
  • Paspor akan diterima di Asrama Haji saat keberangkatan ke Tanah Suci.
  • Jika kurang paham masalah pengurusan paspor ini ada baiknya Anda bertanya langsung ke Kantor Kementrian Agama setempat. Jangan mengurus paspor sendiri sebelum ada ketentuan/ penjelasan yang pasti dari pihak yang berwenang.




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

12 Komentar via Website :

Husada
19 Desember 2012 - 08:09:47 WIB

Aqila: selama pasp***ya masih hidup/ berlaku ya masih bisa dipake kan? so gak perlu ngurus paspor lagi

aqila
19 Desember 2012 - 04:48:37 WIB

salam,
kalo sdh punya paspor gmn??? apa ngurus lg ??


Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 1000 Karakter Tersisa.
 
 refresh kode
  (Masukkan 6 kode diatas)