Anda sedang berada di: Beranda » Materi Manasik » Larangan-larangan Ihram selama berihram
Minggu, 07 Maret 2010 - 09:11:32 WIB
Larangan-larangan Ihram selama berihram
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Materi Manasik - Dibaca: 12255 kali

Larangan-larangan ihram adalah hal-hal yang perlu dijaga selama berihram. Larangan ihram berlaku ketika seorang jama'ah telah meniatkan ibadah umrah atau hajinya. Untuk ibadah umrah, larangan ihram ini berlaku hingga selesai pelaksanaan ibadah umrah ditandai dengan cukur rambut atau tahallul umrahnya. Sedangkan untuk ibadah haji larangan ihram ini berlaku hingga pelaksanaan tahallul awal (melontar jumrah aqobah dan cukur rambut) kecuali hubungan suami istri. Jama'ah haji bisa bebas seluruhnya darilarangan ihram ketika telah selesai melaksanakan Thawaf Ifadah dan Sa'i(Tahallul Akhir).

Adapun larangan-larangan ihram itu antara lain:
1. Dalam hal berpakaian:
Pria :

  • Memakai pakaian berjahit
  • Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
  • Menutup kepala dengan tutup yang melekat
Wanita
  • Bersarung tangan
  • Menutup muka/ bercadar
2. Dalam hal tindakan :
  • Memotong/ mencukur/ mencabut kuku atau rambut badan.
  • Memotong/ mencabut/ mematahkan pepohonan di Tanah Haram
  • Memburu/ membunuh binatang buruan darat dan boleh dimakan, kecuali binatang yang berbahaya, boleh dibunuh.
  • Memakai wangi-wangian baik di badan maupun kain ihram kecuali yang sudah dipakai di badan sebelum niat ihram.
  • Bercumbu atau bersetubuh.
  • Mencaci/ bergunjing, bertengkar atau berkata kotor (Rafats, Fusuq dan Jiddal).
  • Meminang, menikah atau menikahkan



"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

14 Komentar via Website :

Husada
07 Oktober 2012 - 20:38:33 WIB

Burhan: Larangan ihram itu berlaku jika seseorang dalam kondisi berihram baik haji atau umrah sampai dia tahallul, untuk haji sampai tahallul akhir/ stani. Jika tidak dalam ihram haji atau umrah, tidak mengapa melakukan hubungan suami istri bagi suami istri.

Burhan
04 Oktober 2012 - 16:50:05 WIB

jamaah haji yg selesai umroh, sebelum berihrom haji, apakah boleh bersetubuh dg pasangan yg sah? bagaimana dg larangan dalam Al_Baqoroh ayat 197?


Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 1000 Karakter Tersisa.
 
 refresh kode
  (Masukkan 6 kode diatas)