Anda sedang berada di: Beranda » Serba Serbi » Keutamaan Kota Madinah Al Munawwarah
Rabu, 28 Maret 2012 - 16:04:01 WIB
Keutamaan Kota Madinah Al Munawwarah
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Serba Serbi - Dibaca: 5238 kali

Jama'ah haji baik yang Regular maupun Haji Khusus akan melakukan ziarah ke Kota Madinah Al Munawwarah. Mereka akan tinggal di Madinah sekitar 8-9 hari untuk melaksanakan Sholat Arba'in atau 40 waktu, yaitu sholat lima waktu selama 8 hari.

Nah selama 8-9 hari ini jamaah haji akan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dalam perjuangan Rasulullah SAW selama menyebarkan ajaran Islam di MAdinah ini. Jamaah Haji akan mendapatkan fasilitas yang disediakan olek pihak Maktab untuk melakukan ziarah di sekitar Kota Madinah ini.

Tempat-tempat yang bersejarah itu diantaranya: Jabbal Uhud (tempat terjadinya perang Uhud), Masjid Quba' (Masjid yang pertama kali didirikan Rasulullah SAW saat hijrah ke di Madinah, Masjid Qiblatain (Masjid Dua Qiblat), Masjid Tujuh (Tempat terjadinya perang Khandag).

Kota Madinah Al Munawwarah ini ternyata memiliki beberapa kemuliaan tersendiri disamping disebutkan sebagai Tanah Haram selain Kota Makkah. Dalam beberapa hadits telah diriwayatkan kemuliaan-kemuliaan Kota Madinah ini. Oleh karena itu kami bermaksud menyampaikan hadits-hadits berkaitan dengan kemulian Kota Madinah ini, diantaranya:

Keutamaan Madinah, doa Nabi saw. agar kota itu diberkahi, penjelasan tentang pengharaman kota itu berikut hewan buruan serta pohonnya dan penjelasan tentang batas-batasnya

Hadis riwayat Abdullah bin Zaid bin `Ashim ra.:

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Mekah dan mendoakan penduduknya dan sesungguhnya aku pun mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharamkan Mekah. Dan sesungguhnya aku juga berdoa agar setiap sha` dan mudnya diberkahi dua kali lipat dari yang didoakan Ibrahim untuk penduduk Mekah. (Shahih Muslim No.2422)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:

Dari `Ashim ia berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik: Apakah Rasulullah saw. telah mengharamkan Madinah? Anas menjawab: Ya, yaitu antara gunung ini sampai gunung ini, maka barang siapa yang berbuat bidah di Madinah. Ia melanjutkan: Kemudian ia berkata lagi kepadaku: Ini adalah ancaman, barang siapa yang berbuat bidah, maka ia akan terkutuk oleh laknat Allah, para malaikat serta seluruh manusia dan Allah tidak akan menerima tobat dan tebusan darinya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.2429)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Rasulullah saw. berdoa: Ya Allah! Jadikanlah keberkahan Madinah dua kali lipat dari keberkahan Mekah. (Shahih Muslim No.2432)

Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra.:

Dari Yazid bin Syarik bin Thariq, ia berkata: Ali bin Abu Thalib berpidato di hadapan kami, ia berkata: Barang siapa yang beranggapan bahwa kita mempunyai sesuatu yang kita baca selain Alquran dan shahifah ini, (yaitu shahifah yang tergantung pada sarung pedangnya), maka ia telah berdusta. Di dalamnya terdapat beberapa masalah tentang gigi unta dan luka serta sabda Nabi saw.: Madinah adalah tanah haram, dari gunung `Air sampai gunung Tsaur, maka barang siapa yang berbuat bidah di dalamnya atau melindungi seorang pembidah, maka ia akan dikutuk dengan laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia dan Allah tidak akan menerima tobat dan tebusannya pada hari kiamat. Tanggung jawab kaum muslimin itu satu yang turut diemban oleh orang yang paling rendah (derajat) di antara mereka. Barang siapa yang dinasabkan kepada selain bapaknya atau berloyalitas kepada selain tuannya, maka ia akan dikutuk dengan laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia dan Allah tidak akan menerima tobat serta tebusannya pada hari kiamat nanti. (Shahih Muslim No.2433)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Dari Nabi saw. beliau bersabda: Madinah itu adalah tanah haram. Barang siapa yang berbuat bidah di dalamnya atau melindungi seorang pembidah, maka ia akan terkutuk dengan laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia dan Allah tidak akan menerima tobat serta tebusannya pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.2434)

Anjuran menetap di Madinah dan bersabar atas penderitaan yang terjadi di kota itu

Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Kami tiba di Madinah, ketika kota tersebut dilanda wabah penyakit sehingga Abu Bakar dan Bilal mengeluhkan keadaan itu. Ketika Rasulullah saw. menyaksikan keluhan para sahabatnya, beliau berdoa: Ya Allah, jadikanlah kami sebagai pecinta Madinah sebagaimana Engkau membuat kami mencintai Mekah bahkan lebih besar lagi, bersihkanlah lingkungannya, berkahilah untuk kami dalam setiap sha` serta mudnya dan alihkanlah wabah penyakit (Madinah) ke daerah Juhfah. (Shahih Muslim No.2444)

Tentang kota Madinah terlindung dari taun dan Dajjal

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Di setiap jalan-jalan Madinah itu terdapat malaikat (yang menjaga) agar tidak dimasuki wabah penyakit dan Dajjal. (Shahih Muslim No.2449)

Tentang orang-orang kafir dan munafik akan terusir dari Madinah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Akan datang suatu zaman di mana seorang lelaki mengajak saudara sepupunya atau kerabatnya yang lain: Marilah bersenang-senang! Marilah bersenang-senang! Padahal Madinah itu lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, setiap orang dari mereka yang meninggalkan Madinah karena tidak menyukainya, maka Allah akan menggantikan dengan orang yang lebih baik daripadanya. Ketahuilah, sesungguhnya Madinah itu seperti alat peniup api yang akan mengeluarkan segala yang kotor (orang kafir dan munafik). Kiamat tidak akan terjadi sebelum Madinah mengeluarkan orang-orang jahat yang berada di dalamnya seperti alat peniup api yang menyisihkan kotoran besi. (Shahih Muslim No.2451)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:

Bahwa seorang Arab badui membaiat Rasulullah saw. kemudian ia terserang penyakit demam yang hebat sekali di Madinah sehingga datanglah ia menghadap Nabi saw. kembali dan berkata: Wahai Muhammad, batalkanlah baiatku! Rasulullah saw. menolak. Kemudian ia menemui beliau lagi dan berkata: Batalkanlah baiatku! Rasulullah saw. menolak kembali. Kemudian ia datang lagi kepada beliau dan berkata: Batalkanlah baiatku! Dan Rasulullah saw. tetap menolak sehingga keluarlah orang badui itu lalu Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Madinah itu seperti alat peniup api yang akan mengeluarkan segala kemaksiatan dan memurnikan segala kebaikan yang ada di dalamnya. (Shahih Muslim No.2453)

Hadis riwayat Zaid bin Tsabit ra.:

Dari Nabi saw. beliau bersabda: Sesungguhnya ia adalah negeri yang baik sekali yaitu Madinah, sesungguhnya ia akan mengeluarkan segala kotoran seperti api mengeluarkan kotoran perak. (Shahih Muslim No.2454)

Tentang siapa yang bermaksud jahat kepada penduduk Madinah, maka Allah akan menghancurkannya

Hadis riwayat Sa`ad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang bermaksud jahat terhadap penduduk Madinah, maka Allah akan melarutkannya (membinasakannya) seperti garam yang larut di dalam air. (Shahih Muslim No.2458)

Anjuran mencintai Madinah setelah penaklukan beberapa kota lain

Hadis riwayat Sufyan bin Abu Zuhair ra., ia berkata:

Rasulullah saw. pernah bersabda: Kota Syam ditaklukkan, lalu keluarlah orang-orang bersama keluarga mereka dari Madinah sambil mempengaruhi yang lain untuk ikut keluar (pindah). Padahal Madinah itu lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui. Kemudian kota Yaman ditaklukkan, lalu keluarlah orang-orang bersama keluarga mereka dari Madinah sambil mempengaruhi yang lain untuk ikut keluar. Padahal Madinah itu lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui. Kemudian kota Irak ditaklukkan juga, lalu keluarlah orang-orang bersama keluarga mereka dari Madinah sambil mempengaruhi yang lain untuk ikut keluar. Padahal Madinah itu lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahui. (Shahih Muslim No.2459)

Tentang kota Madinah ketika ditinggalkan penduduknya

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. pernah bersabda tentang Madinah: Kota Madinah itu akan ditinggalkan oleh penduduknya dan ia akan tetap baik seperti sebelumnya meskipun hanya dihuni oleh awafi, yaitu binatang buas dan burung. (Shahih Muslim No.2461)

Antara makam Rasulullah saw. dan mimbarnya adalah termasuk taman surga

Hadis riwayat Abdullah bin Zaid Al-Mazini ra.:

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Antara rumahku dan mimbarku itu adalah termasuk taman surga. (Shahih Muslim No.2463)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: Antara rumahku dan mimbarku adalah termasuk taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku. (Shahih Muslim No.2465)

Uhud adalah bukit yang mencintai kita dan kita cintai


Hadis riwayat Abu Humaid ra., ia berkata:

Kami keluar bersama Rasulullah saw. dalam perang Tabuk kemudian kami datang sampai tiba di Wadil Qura lalu Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku akan bergegas dan barang siapa yang ingin, maka bergegaslah ia bersamaku dan barang siapa yang ingin menetap maka silakan ia menetap! Lalu kami pun keluar sampai mendekati Madinah, Rasulullah saw. bersabda: Ini adalah Thabah dan itu adalah Uhud, bukit yang kita cintai dan mencintai kita. (Shahih Muslim No.2466)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita cintai. (Shahih Muslim No.2467)

Tentang keutamaan salat di Masjidilharam dan Mesjid Nabawi


Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Bahwa Nabi saw. bersabda: Satu kali salat di mesjidku ini lebih utama daripada seribu salat di mesjid yang lain kecuali di Masjidilharam. (Shahih Muslim No.2469)

Tidak disunatkan bepergian kecuali ke Tiga Mesjid


Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Bahwa Nabi saw. bersabda: Tidak dianjurkan bepergian kecuali ke tiga mesjid, yaitu mesjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. (Shahih Muslim No.2475)

Keutamaan Mesjid Quba dan salat di dalamnya serta keutamaan menziarahinya

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

Bahwa Rasulullah saw. menziarahi mesjid Quba dengan berkendaraan dan berjalan kaki. (Shahih Muslim No.2478)




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

0 Komentar via Website :