Anda sedang berada di: Beranda » Tips Haji » Kesalahan-kesalahan Dalam Ibadah Haji
Senin, 27 September 2010 - 05:26:46 WIB
Kesalahan-kesalahan Dalam Ibadah Haji
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Tips Haji - Dibaca: 12932 kali

Selama Penulis menunaikan ibadah haji, kami sering menemukan jamaah haji yang melakukan kesalahan-kesalahan dalam menunaikan ibadah haji dan menyalahi dari tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karena itu kami perlu menyampaikan permaslahan ini dengan harapan agar calon jamaah haji bisa menyempurnakan ibadah haji sesuai tuntunan Rasulullah SAW sehingga dapat menggapai kemabruran hajinya.

1. Kesalahan Dalam Niat

- Merubah niat setelah memasuki prosesi ibadah haji. Apabila seorang yang telah berniat melaksanakan ibadah haji untuk dirinya sendiri tidak boleh kemudian merubah niatnya untuk menghajikan orang lain. Satu niat ibadah hanya untuk satu niat ibadah, tidak boleh niat dirapel untuk banyak niatan. Banyak jamaah haji yang berniat haji untuk menghajikan orang lain/ Orang tua tetapi diniatkan untuk niat menghajikan banyak orang. Hal ini sangatlah menyalahi tuntunan Rasulullah SAW.

2. Kesalahan dalam ihram

a. Melewati miqot tanpa berihram

- Jika seseorang berniat ke Makkah untuk berhaji atau umrah maka wajib baginya berihram dari Miqot, Jika tidak maka wajib baginya menyembelih seekor kambing.

b. Beranggapan bahwa berihram itu hanya sekedar menggenakan selembar kain ihram. Hal tersebut merupakan keslahan besar sebab jika seorang yang telah beriham (niat Haji atau umrah) maka telah melekat dalam dirinya ketentuan-ketentuan manasik haji termasuk didalamnya larangan-larangan selama berihram.

c. Berkeyakinan bahwa shalat 2 rakaat sebelum berihram atau setelah memakai kain ihram adalah syarat sahnya berihram merupakan hal yang tidak benar. Yang benar adalah shalat tersebut adalah sunnah menurut kesepakatan para mazhab.

d . Memakai wewangian pada kain ihram sebelum berihram. Yang benar adalah disunnahkan memakai wewangian pada tubuh sebelum berihram (niat haji atau umrah) bukan pada kain ihramnya.

e. Berkeyakinan bahwa mandi atau wudhu sebelum berihram adalah syarat sahnya atau wajibnya ihram haji atau umrah. Yang benar adalah disunnahkan, meskipun tanpa mandi atau wudhu ihramnya tetap sah.

f. Membuka pundak tidak tertutup kain ihram (ittiba') secara terus menerus. Sesunggguhnya Rasulullah SAW membuka pundak kanan tidak tertutup kain ihram hanyalah ketika thawaf. Ketika shalat kedua pundak tertutup kain ihram.

g. Berkeyakinan bahwa kain ihram yang dipakai tidak boleh dicuci atau berganti kain ihram saat prosesi haji. Yang benar adalah dibolehkan mencuci kain ihram yang kotor dan dibolehkan pula berganti kain ihram apalagi yang terkena najis sebab kain ihram tersebut dipakai untuk shalat pula.

h. Berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang berjahit tidak boleh dipakai selama berihram. memakai sabut haji atau membawa tas diperbolehkan. Yang dimaksud pakaian berjahit adalah pakaian yang menutupi badan yang berjahit masudnya ujung-ujung kain berjahit dan berpola membentuk pakaian.

i. Sebagian Wanita berkeyakinan  bahwa baju ihram haruslah berwarna putih. Yang benar adalah disunnahkan kain ihram yang berwarna putih karena Rasulullah senang dengan kain berwarna putih. Jadi diperbolehkan memakai baju ihram dengan warna lain dan tidak bergambar makhluk hidup alias polos.

j. Berkeyakinan bahwa wanita haid tidak boleh ihram. Yang benar adalah seorang wanita yang sedang haid boleh melaksanakan rangkaian manasik haji kecuali thawaf karena thawaf mensyaratkan suci dari hadats kecil dan besar.

3. Kesalahan Ketika Wukuf di Arofah

a. Sebagian jamaah haji tidak mengetahui batas-batas wilayah arofah sehingga mereka wukuf diluar Padang Arofah. Al Hajju Arofah, wukuf itu di Arofah oleh sebab itu ketika sedang wukuf jamaah haji harus masuk kedalam wilayah Padang Arofah.

b. Ada beberapa jamah haji yang mengubur foto atau KTP dengan berharap sesuatu seperti bisa berangkat ke Tanah Suci. Hal ini adalah perbuatan yang benar-benar sesat. Janganlah melakukan perbuatan ini karena akan merusak ibadah haji Anda! Bukan kemabruran yang Anda dapatkan tapi justru kemusrikan yang akan Anda dapatkan. Na'udzubillahhi min dzalik..

4. Kesalahan Ketika Mabit Di Muzdalifah

a. Sebagian jamaah haji tidak mengetahui batas-batas wilayah Muzdalifah, sehingga mereka mabit diluar Muzdalfah padahal mabit tersebut haruslah berada di Muzdalifah.

b. Sebagian jamaah haji meninggalkan Muzdalifah sebelum lewt tengah malam padahal ketentuannya mabit disini harus lewat tengah malam walaupun sebentar.

c. Menghabiskan sepanjang malam dengan beribadah terus-meneruspahadl Rasulullah SAW ketika mabit di sini Beliau tidur pada malam itu.

5.Kesalahan Ketika Mabit di Mina

a. Sebagian jamaah haji ketika melaksanakan sholat wajib selama mabit di Mina dilaksanakan seperti sholat wajib biasa padahal Rasulullah SAW melaksanakan sholat wajib dengan diqashar saja tanpa dijamak.

b. Sebagian jamaah haji mencuci kerikilnya sebelum melontar jumrah padahal Rasulullah tidak pernah mencontohkan seperti itu.

c. Melempar jamrah dengan 7 kerikil sekaligus. Yang benar adalah melempar satu per satu, dan batunya masuk ke lubang jamarat. Jika tidak masuk ke lubang sumur jamarat maka harus diulang lagi. Tidak boleh melempar dengan selain kerikil karena itu menyalahi sunnah Rasulullah SAW.

6. Kesalahan Dalam Pelaksanaan Thawaf Wada'

a. Keluar dari Kota Makkah tidak melaksanakan thawaf wada', padahal diwajibkan ketika mau meninggalkan Makkah untuk melaksanakan thawaf wada' terkecuali bagi yang udzur syar'i.

b. Berjalan mundur keluar dari Masjidil Haram setelah melaksanakan thawaf wada' padahal Rasulullah SAW tidak pernah mencontohkan seperti itu.

c. Sebagian jamaah melaksanakan thawaf wada' dengan sa'i padahal Thawaf wada' tidak disertai sa'i.

7. Kesalahan Dalam Ziarah Ke Masjid Nabawi

a. Berkeyakinan bahwa ziarah ke Masjid Nabawi adalah rangkaian dari Manasik Haji. Yang benar adalah ziarah ke Masjid Nabawi tidak ada kaitannya dengan ibadah haji. Ziarah ke Masjid Nabawi merupakan sunnah yang dianjurkan Nabi SAW seperti diterangkan dalam hadits "Tidak ditekankan untuk berpergian kecuali pada tiga masjid yaitu: Masjidl Haram, Masjidku in (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha (di Palestina)." (HR. Bukhari dan Muslim).

b. Menghadap ke Makam Nabi SAW untuk bedoa. Hal ini menyalahi sunnah Rasul SAW. Yang benar adalah ketika berdoa itu menghadap ke kiblat.

c. Mengusap-usap terali besi kamar makam Nabi Saw serta menciuminya. Hal ini adalah perbuatan yang benar-benar sesat, perbuatan yang sama sekali tidak pernah dicontohkan para sahabat-sahabat Nabi SAW. Karena itu janganlah pernah melakukannya ketika ziarah ke makam Rasulullah SAW. 




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

11 Komentar via Website :

H. HMS. Singadikrama
25 September 2012 - 10:14:37 WIB

selamat berangkat adikku, selamat menjadi tamu Allah, semoga Allah takdirkan sehat, selamat, dimudahkan segala urusan dijauhkan dari kesulitan selama menjadi tamu Allah, semoga Allah balut dengan cahaya rahmaan rahiimNya serta dalam pelukan RidhoNya. semoga menjadi Hajjah mabruroh. Aamiin

Ngabdul Charis
17 Oktober 2011 - 10:58:55 WIB

jazaakalloh.. moga kita dapat penuhi panggilan Alloh dan dapat rahmatNya


Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 1000 Karakter Tersisa.
 
 refresh kode
  (Masukkan 6 kode diatas)