Anda sedang berada di: Beranda » Materi Manasik » Benarkah Jalur Penerbangan Pesawat Jamaah Haji Gelombang II Melintasi Garis Sejajar dengan Qornul Manazil atau Yalamlam?
Minggu, 06 Mei 2012 - 06:07:39 WIB
Benarkah Jalur Penerbangan Pesawat Jamaah Haji Gelombang II Melintasi Garis Sejajar dengan Qornul Manazil atau Yalamlam?
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Materi Manasik - Dibaca: 8674 kali

Bismillahhirrahman nirrahim.., Saudaraku fillah..., tulisan ini kami sengaja tampilkan bukan untuk memperkeruh perdebatan yang panjang berkaitan Miqot Makani jamaah haji Indonesia untuk gelombang II.

Seperti yang kita ketahui dari buku-buku manasik dari Kementerian Agama RI untuk jamaah haji gelombang II Miqot Makaninya bisa mengambil Miqot di atas pesawat saat melintasi garis sejajar dengan Miqot Qornul Manazil (ada yang menyebutkan pula di atas pesawat sejajar dengan Miqot Yalamlam) atau mengambil miqot di Bandara King Abdul Aziz – Jeddah.

Tulisan ini sebenarnya berangkat dari rasa penasaran penulis. Pertanyaan ini berawal dari buku-buku manasik yang penulis baca, ada beberapa buku manasik yang menyebutkan bahwa untuk jamaah haji Indonesia gelombang II, bisa mengambil Miqot Makaninya di atas pesawat saat melintasi garis sejajar dengan Qornul Manazil, tetapi di buku yang lain menyebutkan di atas pesawat saat melintasi Yalamlam. Pertanyaan awal waktu itu ”Sebenarnya yang betul mana sih?” Di atas pesawat saat melintasi garis yang sejajar dengan Qornulmanazil atau Yalamlam? Kemudian pertanyaan tersebut berkembang pada pertanyaan mendasar ”Apakah betul Pesawat tersebut melintasi garis yang sejajar dengan Miqot Qornulmanazil atau Yalamlam?”.

Yang penulis ketahui adalah secara geografis setiap tempat di muka bumi ini memiliki titik koordinat tertentu sehingga menentukan letak dan posisi tempat tersebut. Dan pesawat penerbangan memiliki jalur penerbangan yang melalui titik-titik koordinat tertentu yang menjadi kesepakatan internasional agar pesawat tidak keluar jalur dan melanggar batas-batas yuridiksi suatu negara.

Penulis mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mencari buku-buku ataupun tulisan-tulisan berkaitan masalah tersebut. Dan alhamdulillah berkat petunjuk Allah SWT, penulis menemukan satu tulisan hasil penelitian Sdr. Irfan Anshory yang membahas masalah tersebut. Berikut ini adalah hasil eksplorasi dan elaborasi masalah tersebut:

Menurut ketentuan pemerintah Arab Saudi yang disahkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization), badan PBB yang mengatur penerbangan sipil antarbangsa, setiap pesawat udara dari kawasan Asia dan Pasifik harus datang dari arah timur laut, melewati kota Dafinah (23º 16’ N, 41º 51’ E), lalu menurunkan ketinggian di atas kota Nasir (22º 14’ N, 40º 04’ E), dan mendarat di KAA Airport (21º 41’ N, 39º 10’ E). Bandara ini terletak di utara Jeddah (21º 29’ N, 39º 10’ E), dan cukup jauh dari Makkah (21º 28’ N, 39º 55’ E). Di sekitar garis Tropic of Center, 1 derajat North = 111 km (1’ = 1,85 km) dan 1 derajat East = 108 km (1’ = 1,80 km). Maka dengan eksak dapat kita hitung bahwa KAA Airport berjarak lurus 22 km di utara Jeddah dan berjarak lurus 84,5 km di barat laut Makkah.

Jalur/ rute penerbangan dari tanah air kita ke KAA Airport juga sama sekali tidak lewat di atas salah satu dari empat tempat miqat yang disebutkan dalam hadits. Dari empat tempat miqat tersebut, yang relatif paling dekat dengan jalur penerbangan adalah Qarnulmanazil (21º 37’ N, 40º 25’ E). Seperti nama Dzulhulaifah, nama Qarnulmanazil tidak dipakai lagi. Tempat itu kini bernama As-Sayl al-Kabir, dan ternyata sangat jauh dari jalur penerbangan. Garis lurus dari Qarnulmanazil ke jalur penerbangan membentuk sudut siku-siku tepat pada kota Nasir. Dengan demikian, jarak dari Qarnulmanazil ke jalur penerbangan (kota Nasir) secara eksak dapat kita hitung, yaitu 78,2 km, lebih jauh dari jarak lurus Qarnulmanazil ke Makkah yang cuma 56,5 km.

Berikut PETA MIQOT MAKANI DAN DAERAH/ GARIS SEJAJARNYA (MAMAZAT) serta jalur penerbangan yang kami ambil dari google earth sesuai dengan titik-titik koordinat tersebut di atas:

Peta Miqot Makani dan Daerah/garis sejajarnya serta jalur penerbangan ke Jeddah


Berikut ini data titik koordinat Miqot yang kami dapatkan dari google earth:

  1. Koordinat Dzatu Irqin (21°56'6.04"U, 40°25'58.65"T)
  2. Koordinat Yalamlam (20°31'1.58"U, 39°52'15.86"T )
  3. Koordinat Rabigh (22°42'19.64"U, 39° 8'48.79"T )
  4. Koordinat Dzulhulaifah (24°24'49.31"U, 39°32'34.87"T )
  5. Koordinat Qornul Manazil (21°38'0.41"U, 40°25'36.97"T)

 

Kami berharap tulisan ini bisa membuka pikiran kita untuk melihat persoalan Miqot Makani ini. Kami juga berharap agar Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI, Para ’alim ulama, pemerhati atau orang-orang yang kompeten dalam masalah manasik haji, Pembimbing-pembimbing KBIH bisa melihat persoalan ini lebih jernih.

Wallahu a`lam bish-shawab




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

6 Komentar via Website :

fadhli
18 Juni 2013 - 13:22:31 WIB

tatacara ibadah sudah ada ketentuannya dari Allah & Rasulullah, jadi tidak berlaku istilah "menurut pendapat saya" etc

Aldy
10 Oktober 2012 - 14:46:00 WIB

Insya Allah minggu besok (14/10/2012) saya akan berangkat haji dengan pesawat Emirates. Kalau pesawatnya transit dulu ke Dubai, lalu dari Dubai lanjut ke Jeddah, miqatnya di mana? Apakah saya mulai ihram di pesawat Jakarta-Dubai atau Dubai-Jeddah?


Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 1000 Karakter Tersisa.
 
 refresh kode
  (Masukkan 6 kode diatas)