Anda sedang berada di: Beranda » Badal Haji » Badal Haji atau Menghajikan Orang Lain
Senin, 08 Maret 2010 - 07:19:06 WIB
Badal Haji atau Menghajikan Orang Lain
Diposting oleh : Pembimbing
Kategori: Badal Haji - Dibaca: 14333 kali

Bagaimanakah kita bisa menghajiakn orang tua yang sudah meninggal? Apa dasar agama atau haditsnya ada?Badal Haji adalah menghajikan orang lain pengertiannya Seseorang yang menunaikan haji tetapi diniatkan untuk menghajikan orang lain baik masih hidup ataupun sudah meninggal. Adapun orang yang diberi amanat untuk menghajikan orang lain tersebut syaratnya harus sudah haji baik laki-laki ataupun perempuan.Allah telah mewajibkan kepada kita untuk melaksanakan ibadah haji seperti yang telah diwahyukan dalam Al Qur'an: "Dan Allah telah mewajibkan manusia untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu menjalankannya." (Q.S. Ali Imran: 97). Bagaimanakah bagi yang sudah meninggal dan ketika masih hidup mereka tergolong mampu (Istitha'ah) menunaikan ibadah haji tetapi belum sempat menjalankannya? Apakah kewajiban mereka untuk menjalankan ibadah haji telah gugur? Dan bagaimana bagi mereka yang secara udzur syar'i (tua renta, sakit atau lumpuh) tidak mampu menunaikan ibadah haji tetapi mereka mampu secara finansial?. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut ada beberapa pendapat Madzhab dibolehkannya seseorang tersebut dihajikan oleh orang lain.- Abu Hanifah, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa jika seseorang memang mampu sebelum sakit, maka ia wajib dihajikan orang lain dengan biaya darinya, boleh laki-laki atau perempuan atas dasar Hadits Berikut:....;

hadits badal haji

 - Imam Malik berpendapat: Tidak wajib hajinya. Pendapat yang sama juga dikemukakan sebagian ulama Hanafiyah. Alasan mereka adalah haji itu diwajibkan bagi yang mampu dan mereka bukan termasuk yang mampu. Sebagian Ulama mengemukakan bahwa meski dirinya tidak mampu, tetapi orang lain mampu melakukannya, maka ada kewajiban baginya.

 

 

 

 




"Sampaikanlah (bagikan) ilmu itu walau satu ayat". Semoga menjadi amal jariyah dan bisa mengantarkan Anda ke Tanah Suci. Rasulullah SAW Bersabda "Man dalla 'ala khairin falahu mitslu ajri fa'alaihi" Artinya: "Barang siapa menunjukkan jalan kebaikan kepada seseorang, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang ditunjukkan itu" (HR. Muslim)

Jika Anda merasa bahwa informasi di atas bermanfaat buat Anda, ada baiknya Anda luangkan sedikit waktu untuk memberikan saran, kritik, usulan, komentar atau Anda ingin tanya jawab pada tulisan tersebut, kami persilahkan, guna perbaikan website ini. Terima kasih..

Komentar via akun Facebook :

8 Komentar via Website :

Husada
12 Juni 2014 - 16:18:54 WIB

Abdul Razak: tergantung kesepakatan dengan ahli waris kpd orang yang diamanati badal haji, jika diminta melaksanakan haji badalnya secara Tamattu maka wajib menyembelih DAM Nusuk sesuai ketentuan manasik haji. Tetapi kebanyakan orang yg melaksanakan badal haji melaksanakan badal hajinya secara Ifrad jadi tidak menyembelih DAM Nusuk. intinya pelaksanaan badal haji bisa dilakukan secara Ifrad, Tamattu' ataupun Qiran.

Abdul Razak
12 Juni 2014 - 15:32:00 WIB

Pertanyaan pada Ustaz. 1. Adakah Badal haji dikenakan DAM. 2. Bagaimanakah untuk melaksanakan Badal Haji..Adakah ianya dilakukan sama seperti Haji Tamattuk, Ifrad dan Qiran.


Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 1000 Karakter Tersisa.
 
 refresh kode
  (Masukkan 6 kode diatas)